Pembelajaran Menyimak dalam Bahasa Arab

Posted: December 22, 2012 in Pembelajaran Bahasa

 

A.    PENDAHULUAN

Sebagai salah satu keterampilan berbahasa, menyimak merupakan keterampilan yang memungkinkan seorang pemakai bahasa untuk memahami bahasa yang dugunakan secara lisan. Karena banyaknya komunikasi sehari-hari yang dilakukan secara lisan,kemampuan ini amat penting dimiliki oleh setiap pemakai bahasa. Tanpa kemampuan menyimak yang baik, akan terjadi banyak kesalah pahaman dalam komunikasi sesama pemakai bahasa, yang dapat mnyebabkan berbagai hambatan dalm pelaksanaan tugas dan kegiatan sehari-hari.

Oleh karena itu kemampuan menyimak merupakan bagian yang penting dan tidak dapat diabaikan dalam pengajaran bahasa, terutama bila tujuan penyelanggaraannya adalah penguasaan keterampilan berbahasa secara utuh. Dalam pengajaran secara itu, peerkembangan dan tingkat penguasaan kemampuan menyimak perlu dipantau dan diukur melalui penyelanggaraan tes menyimak.

Menyimak atau istima’ merupakan keterampilan dalam berbahasa arab yang memungkinkan seseorang untuk memahami bahasa arab yang digunakan secara lisan, sehingga terhindar dari kesalahpahaman dalam berkomunikasai yang dapat menyebabkan berbagai hambatan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan sehari-hari. Dengan memiliki penguasaan keterampilan menyimak yang mamadai, duharapkan siswa terbiasa dengan bunyi-bunyi bahasa arab yang pada akhirnya memungkinkannya untuk melafalkan bunyi-bunyi tersebut dengan benar. (Ibrahim, 1987: 223).

 

 

  1. B.     KONSEP
  2. a.    Pengertian Menyimak

Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (Natasasmita Hanapi, 1995: 18).

Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan, 1991: 4).

“Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983).

Proses menyimak memerlukan perhatian serius dari siswa. Ia berbeda dengan mendengar atau mendengarkan. Menurut pendapat Tarigan (1994:27), “Pada kegiatan mendengar mungkin si pendengar tidak memahami apa yang didengar. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti unsur pemahaman karena itu belum menjadi tujuan.”Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalam kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian. “Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. (Sabarti –at all: 1992).

  1. b.   Tujuan Pembelajaran Menyimak

Tujuan pengajaran menyimak dalam pembelajaran bahasa Arab:

  1. Mengetahui dan membedakan suara huruf-huruf arab dengan baik dan benar.
  2. Mengetahui dan membedakan harakat panjang dan pendek.
  3. Membedakan suara huruf  yang hampir sama dalam pengucapannya.
  4. Mengetahui dan membedakan suara huruf yang bertasydid dan bertanwin.
  5. Mengetahui hubungan rumusan suara dengan rumusan tulisan.
  6. Menyimak Bahasa Arab tanpa mendalami gramatikal struktur makna.
  7. Mendengar dan memahami kosa kata Bahasa Arab sesuai struktur percakapan sehari-hari.
  8. Mengetahui perubahan makna sesuai perubahan bentuk kata.
  9. Memahami penggunaan bentuk-bentuk kata Bahasa Arab dalam menyusun kata untuk mengungkapkan maknanya.
  10. Memahami penggunaan mudzakar, muannats, ‘adad, af’al, dan lainnya dari aspek penggunaannya dalam bahasa untuk memperjelas makna.
  11. Memahami makna yang berhubungan dengan beragam aspek dan kebudayaan asing.
  12. Mengetahui materi dalam kata Bahasa Arab terkadang berbeda dari maknanya dan hampir sama dengan bahasa asli pengajar
  13. Memahami apa yang diinginkan pembicara ketika mengungkapkan sesuai keadaan.
  14. Mengetahui jenis-jenis fi’il yang mewakili percakapan yang membutuhkan jawaban.
  15. Meminta manfaat dari kepastian aspek-aspek tersebut dalam pengaplikasian menyimak Bahasa Arab sehari-hari
    1. c.    Urgensi Menyimak

i.          Menyimak merupakan hal yang luar biasa karena seseorang mampu mengetahui sesuatu dengan pendengaran (menyimak) dahulu dari pada membaca. Contohnya, seorang anak yang mendengarkan suara kemudian berkembang memahami kata-kata sebelum ia mampu membaca. Oleh karena itu, seseorang mampu menyimak terlebih dahulu ketika mengucapkan lafadz dan struktur bahasa.

ii.          Menyimak sangat dibutuhkan ketika ada kegiatan yang memerlukan pendengaran dan perhatian, seperti: Tanya-jawab, diskusi, qishosh, ceramah, pidato, dan kegiatan mendengarkan lainnya.

iii.          Melatih pendengaran, pemahaman, dan mengulang perkataan si pembicara. Hal ini biasa dilakukan oleh mahasiswa karena pembelajaran utama mereka ada di perkuliahan dan menyimaknya. (Abdul Alim Ibrahim, 1968: 71).

  1. d.   Macam-macam media dengar

                    i.          Rekaman

Media ini terdiri dari perangkat keras berupa alat perekam (tape recorder) dan perangkat lunak berupa progam dalam pita rekaman. Media ini dapat digunakan untuk melatih ekspresi lisan dan komprehensi lisan.

Melatih komprehensi lisan atau menyimak dapat dilakukan dengar memperdengarkan rekaman sebuah cerita atau teks, kemudian guru menanyakan kepada siswa, apa yang didengarnya melalui pemutaran rekaman cerita tersebut. Sedangkan untuk melatih keterampilan ekspresi lisan dapat dilakukan dengan menggunakan metode latihan siap atau praktek.

Rekaman memiliki kelebihan yaitu :

a)    Media ini menggunakan perangkat keras yang mudah diperoleh dan dimiliki oleh guru

b)   Dapat digunakan tanpa kehadiran guru

c)    Dapat digunakan secara klasikal atau individual

Rekaman juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

a)    Tidak semua keterampilan bahasa dapat dituangkan dalam rekaman.

b)   Interaksi antara guru dan siswa kurang hidup. Sebagaian peran guru digantikan media dan kegiatan siswa banyak bersifat mekanis.

c)    Penggunaan media dalam latihan praktek biasanya menjemukan, terutama bagi siswa yang pandai.

                  ii.          Radio

Media ini berupa program siaran radio yang disalurkan dari pemancar, kemudian diterima oleh alat penerima radio untuk didengar oleh penerima informasi. Bentuk siaran radio dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: a) program dalam bentuk pidato, b) program dalam bentuk dialog atau tanya jawab, c) program dalam bentuk drama atau sandiwara. Media ini dapat digunakan untuk mengajarkan ketrampilan menyimak.

Radio memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

a)      Memiliki jangkauan yang luas

b)      Ukuran media ini relatif kecil, sehingga dapat dibawa kemana-mana

c)      Siaran yang dipresentasikan lewat radio kadang dapat menimbulkan kesan lebih kuat dan lebih hidup dari pada TV.

Di samping hal-hal di atas, radio juga memiliki keterbatasan, yaitu:

a)    Tidak dapat mengkomunikasikan informasi secara visual, sebab radio hanya berkarakteristik tunggal, yaitu suara. Informasinya sangat abstrak sehingga kemungkinan diserap sangat kecil.

b)   Konsentrasi individu untuk mendengarkan sangat terbatas, sehingga tidak mungkin mengkomunikasikan materi yang banyak melalaui media ini.

                iii.          Piringan hitam

Pada dasarnya piringan hitam (PH) tidak jauh berbeda dengan pita rekaman. Keduanya berfungsi merekam suatu program yang dapat diputar kembali untuk mengkomunikasikan program itu kepada penerima informasi. Dengan majunya dunia rekaman, terutama rekaman dengan menggunakan pita kaset, dari hari ke hari PH semakin terdesak. Hal ini disebabkan beberapa aspek, yaitu:

a)    Perekaman tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan oleh perusahaan PH.

b)   Rekaman pada PH tidak dapat dihapus atau diganti.

c)    Perangkat kerasnya berupa pick up relatif lebih besar dari pada tape recorder, sehingga tidak praktis di bawa ke mana-mana.

Meskipun demikian, seiring perkembangan teknologi, dewasa ini PH diproduksi dalam bentuk sangat tipis seperti kertas, sehingga memungkinkan untuk diselipkan sebagai penyerta media cetak tetentu.

                iv.          Laboratorium bahasa

Media ini merupakan alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri dalam bilik akvistik dan kotak suara yang telah disediakan. Siswa mendengarkan suara guru atau suara radio kaset melalui head phone (Asmawi, 2002: 92). Dengan menggunakan media ini siswa dapat segera memperbaiki kesalahan berbahasa.

  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyimak

Menurut Tarigan (1994:62), komponen/faktor-faktor penting dalam menyimak adalah sebagai berikut:

1)      Membedakan antar bunyi fonemis.

2)      Mengingat kembali kata-kata.

3)      Mengidentifikasi tata bahasa dari sekelompok kata.

4)      Mengidentifikasi bagian-bagian pragmatik, eskpresi, dan seperangkat penggunaan yang berfungsi sebagai unit sementara mencari arti/makna.

5)      Menghubungkan tanda-tanda linguistik ke tanda-tanda para linguistik (intonasi) dan ke nonlinguistik (situasi yang sesuai dengan objek supaya terbangun makna, menggunakan pengetahuan awal).

6)      Mengulang kata-kata penting dan ide-ide penting.

Selain itu, masih ada beberapa faktor penting dalam keterampilan menyimak, di antaranya:

1)      Unsur Pembicara

Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik/bervariasi.

2)      Unsur Materi

Unsur yang diberikan haruslah aktual, bermanfaat, sistematis dan seimbang. Materi yang disusun pun sebaiknya memperhatikan tingkat perkembangan siswa.

3)      Unsur Penyimak / Siswa

1)      Kondisi siswa dalam keadaan baik

2)      Siswa harus berkonsentrasi

3)      Adanya minat siswa dalam menyimak

4)      Penyimak harus berpengalaman luas

4)      Unsur Situasi

1)      Waktu penyimakan

2)      Saran unsur pendukung

3)      Suasana lingkungan

  1. C.      MACAM-MACAM PEMBELAJARAN MENYIMAK

Pembelajaran menyimak (Istima’) diklarifikasian berdasarkan:

  1. 1.    Sumber suara

Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  1. Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi
  2. Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi
  3. 2.    Cara penyimak bahan yang disimak

Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

a. Menyimak ekstensif (extensive listening)

Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.

Menyimak ekstensif meliputi:

1) Menyimak sosial

Menyimak sosial dilakukan oleh masyarakat dalam kehidupan sosial.

2) Menyimak sekunder

Menyimak sekunder terjadi secara kebetulan. Misalnya, jika seorang pembelajar sedang membaca di kamar, ia juga dapat mendengarkan suara siaran radio.

3) Menyimak estetik

Menyimak estetika sering disebut menyimak apresiatif. Menyimak estetika ialah kegiatan menyimak untuk menikmati dan menghayati sesuatu. Misalnya, menyimak pembacaan puisi.

4) Menyimak Pasif

Menyimak pasif ialah menyimak suatu bahasan yang dilakukan tanpa upaya sadar. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mendengarkan bahasa daerah, setelah itu dalam masa dua atau tiga tahun ia sudah mahir memahami pesan dalam bahasa daerah tersebut.

b. Menyimak Intensif

Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.
Menyimak intensif meliputi:

1) Menyimak kritis

Menyimak kritis ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan penilain secara objektif, menentukan keaslian, kebenaran. dan kelebihan, serta kekurangan-kekurangannya. (Kamidjan,2001:22).

2) Menyimak introgatif

Menyimak introgratif ialah kegiatan menyimak yang bertujuan memperoleh informasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang diarahkan kepada pemerolehan informasi tersebut.

3) Menyimak eksploratif

Menyimak eksploratif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk mendapatkan informasi baru.

4)  Menyimak kreatif ialah kegiatan menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar. Kreativitas penyimak dapat dilakukan dengan cara (a) menirukan lafal atau bunyi bahasa asing atau bahasa daerah, misalnya bahasa Inggris, bahasa Belanda. bahasa Jerman. dan sebagainya, (b) mengemukakan gagasan yang sama dengan pembicara. namun menggunakan struktur dan pilihan kata yang berbeda, (c) merekonstruksi pesan yang telah disampaikan penyimak, (d) menyusun petunjuk-petunjuk atau nasihat berdasar materi yang telah disimak.

5) Menyimak konsentratif

Menyimak konsentratif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memperoleh pemahaman yang baik terhadap informasi yang disimak. (Kamidjan,2001:23).

6) Menyimak selektif

Menyimak selektif ialah kegiatan menyimak yang dilakukan secara selektif dan terfokus untuk mengenal, bunyi-bunyi asing, nada dan suara, bunyi-bunyi homogen, kata-kata, frase-frase, kalimat-kalimat, dan bentuk-bentuk, bahasa yang sedang dipelajarinya.

(http://www.aristhaserenade.blogspot.com/p/keterampilan-menyimak.html diunduh tanggal 08/09/2012 pukul 16:18)

 

  1. METODE PEMBELAJARAN DALAM ISTIMA’ (MENYIMAK)

Tujuan utama pengajaran bahasa asing seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris melalui metode ini ialah kemahiran-kemahiran mendengarkan, sehingga mampu memahami atau mengerti. Meskipun pembicaraan cepat dan panjang dengan menyebutkan huruf/kata berangkai yang sukar dimengerti, tetapi bila telinga sudah terbiasa serasi dan peka terhadap bahasa/ucapan itu maka akan mudah dimengerti.

Prinsipnya harus banyak latihan mendengar (drill) baik melalui ucapan-ucapan sendiri, kaset-kaset, video, televisi, film dan sebagainya. Metode ini memanfaatkan Aural Oral Approach.        (Ahmad Izzan, 2009: 105).

E. CONTOH MENGAJARKAN

Pembelajaran Istima’ (Menyimak) dapat disampaikan pada waktu tertentu. Contoh aplikatifnya sebagai berikut:

  1. Seorang guru membacakan suatu cerita menarik dari Buku, Majalah, atau lainnya, siswa menyimak atau mendengarkannya dengan seksama. Yang membacakan cerita bisa juga oleh salah seorang siswa, kemudian Guru meminta para siswa untuk mendiskusikan apa yang telah mereka simak dari cerita tersebut secara detail. Setelah itu, mereka dipinta untuk menuliskan hasil rangkuman apa yang telah mereka dengar pada sebuah catatan/kertas. Hal ini dapat melatih sejauh mana kemampuan siswa dalam menyimak (Istima’) dan memahami apa yang telah disampaikan.
  2. Dalam mendikte (Imla’), Siswa menyimak suatu judul pembahasan yang dibacakan oleh Guru kemudian mereka mendiskusikan makna yang terkandung pada dikte tersebut. (Abdul Alim Ibrahim, 1968: 72).
  3. Guru dapat memberikan berbagai intruksi/pengarahan kepada siswa (secara lisan) dengan bahasa target di kelas kemudian meminta para siswa mengulangi apa yang guru ucapkan tadi (berupa pengarahan/intruksi). Sedangkan siswa yang lain melaksanakan apa yang diintruksikan tadi. Contoh:

“Ambillah buku itu dan berikan kepada teman yang berada di kiri tempat duduk kamu !”.

  1. Guru dapat membacakan suatu judul materi yang isinya pendek dan mudah dimengerti kemudian meminta para siswa untuk menjawab berbagai pertanyaan dari judul materi tadi yang telah diperdengarkan secara lisan, ketika ada jawaban yang salah maka siswa yang lain diminta aktif dalam menjawab sampai akhirnya ada yang menjawab dengan benar.
  2. Guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran berupa Tape Recorder, Kaset CD, dal lain sebagainya. Siswa diperdengarkan berbagai percakapan bahasa Arab, musik, cerita-cerita dan lainnya. (Mahmud Kamil An-Naqoh,  :91).

F. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Pembelajaran menyimak (Istima’) ini  memiliki beberapa kelebihan, yaitu sebagai berikut:

  1. Melatih kecermatan dalam mendengarkan/memperhatikan;

Keterampilan menyimak dapat melatih sejauh mana siswa dapat mencermati atau mendengarkan apa-apa yang diperdengarkan kepada mereka. Meliputi suara (Ashwat), kalimat-kalimat, isi dan lainnya.

  1. Lebih kuat diingat;

Menyimak dalam hal ini berkaitan dengan mendegar adalah keterampilan yang menggunakan panca indera pendengaran atau telinga. Sudah kita ketahui bahwasanya hal yang paling dulu difahami oleh manusia dari bahasa adalah melalui mendengar. Hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam mengingat ujaran bahasa yang telah ia dengar dengan kuat.

  1. Cepat mengerti;

Melalui keterampilan menyimak ini, siswa akan lebih dapat dimengerti atau memahami isi/kandungan apa-apa yang diperdengarkan kepadanya. Karena mendengar adalah kegiatan yang sangat praktis, berbeda dengan misalnya membaca yang cenderung lebih menguras kejelian indera penglihatan (mata) dan pikiran (otak) yang berfungsi dalam memahami kata demi kata atau paragraf demi paragraf suatu bacaan. (Abdul Alim Ibrahim, 1968: 71).

Pembelajaran menyimak (Ta’lim al-Istima’) tak selamnya memiliki kelebihan saja, pembelajaran Menyimak juga memiliki beragam kekurangan atau kelemahan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Para pelajar cenderung untuk memberi respon secara serentak dan secara mekanistis seperti membeo (babga’iy), mereka sering tidak mengetahui atau tidak memikirkan makna ujaran yang diucapkan penutur bahasa tersebut.
  2. Makna kalimat yang diajarkan biasanya terlepas dari konteks, sehingga pelajar hanya memahami satu makna, padahal suatu kalimat atau ungkapan bisa mempunyai beberapa makna tergantung konteksnya.
  3. Sebetulnya para pelajar juga tidak berperan dikelas (keaktifan semu), karena mereka hanya memberi respon pada rangsangan guru.
  4. Karena kesalahan dianggap sebagai “dosa”, maka pelajar tidak dianjurkan berinteraksi secara lisan atau tulisan sebelum menguasai benar pola-pola kalimat yang cukup banyak. Akibatnya, pelajar takut menggunakan bahasa.
  5. Latihan-latihan pola bersikap manipulatif, tidak kontekstual dan tidak realistis. Pelajar mengalami kesulitan ketika menerapkannya dalam konteks komunikatif yang sebenarnya. (Aziz Fachrurrozi, 2010: 81).

 

 

KESIMPULAN

 

Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (Natasasmita Hanapi, 1995: 18). Ada beberapa tujuan dalam pembelajaran menyimak yaitu:

  1. Mengetahui dan membedakan suara huruf-huruf arab dengan baik dan benar.
  2. Mengetahui dan membedakan harakat panjang dan pendek.
  3. Membedakan suara huruf  yang hampir sama dalam pengucapannya.
  4. Mengetahui dan membedakan suara huruf yang bertasydid dan bertanwin.
  5. Mengetahui hubungan rumusan suara dengan rumusan tulisan.
  6. Menyimak Bahasa Arab tanpa mendalami gramatikal struktur makna.
  7. Mendengar dan memahami kosa kata Bahasa Arab sesuai struktur percakapan sehari-hari.

kelebihan pembelajaran menyimak (Istima’) adalah sebagai berikut:

  1. Melatih kecermatan dalam mendengarkan/memperhatikan;
  2. Lebih kuat diingat;
  3. Cepat mengerti;

Adapun kekurangannya yaitu:

  1. Para pelajar cenderung untuk memberi respon secara serentak dan secara mekanistis seperti membeo
  2. Makna kalimat yang diajarkan biasanya terlepas dari konteks.
  3. Sebetulnya para pelajar juga tidak berperan dikelas (keaktifan semu), karena mereka hanya memberi respon pada rangsangan guru.
  4. Latihan-latihan pola bersikap manipulatif, tidak kontekstual dan tidak realistis.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Izzan, Ahmad. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. 2009. Bandung: Humaniora.

Kamil An-Naqoh, Mahmud. Assasiyatul Ta’limil ‘Arobiyah Lighoiril ‘Arab. 1978. Khurthum.

‘Alim Ibrohim, ‘Abdul. Muwajjihul Fan. 1968 . Kairo: Darul Ma’arif.

Fachrurrozi, Aziz. Pembelajaran Bahasa Asing Metode Tradisional dan Kontemporer. 2010. Jakarta: Bania Publishing

Matsna, Mohammad. Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab. 2012. Tangerang: Al-Kitabah

http://www.aristhaserenade.blogspot.com/p/keterampilan-menyimak.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s