Pembelajaran Menulis bahasa Arab

Posted: November 21, 2012 in Pembelajaran Bahasa

BAB I

PENDAHULUAN

Penguasaan bahasa tulis mutlak diperlukan dalam kehidupan modern sekarang ini, ternyata keterampilan menulis kurang mendapat perhatian. Mahasiswa dan mahasiswi sebagai calon guru yang salah satu tugasnya melatih keterampilan menulis siswa,tentu perlu memehami dengan baik keterampilan menulis ini. Pemahaman konsep menulis menjadi penting bagi kita karena dalam praktek keseharian banyak orang terampil dalam membaca tetapi mengalami kesulitan dalam menulis. Materi menulis sangat melimpah hal ini dipertegas dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi yang berbunyi:

Katakanlah sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat Tuhanku,sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.”

Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dipikirkan dan dibaca kedalam bahasa tulisan, dan tampaknya setiap orang pernah melakukan aktifitas menulis. Namun demikian, ternyata banyak orang yang kekurangan ide atau bisa jadi idenya banyak tetapi tetap saja kesulitan dalam menulis. Dunia informasi telah berkembang demikian pesat, dengan pesatnya perkembangan dunia informasi khususnya perkembangan kegiatan tulis menulis, tentu menuntut kita agar mengembangkan tradisi menulis. Tradisi menulis ini dapat diartikan sebagai suatu kebiasaan untuk menyatakan gagasan atau pendapat secara tertulis.

Kita sebagai calon guru di sekolah baik dari tingkat ibtidaiyah sampai tingkat aliyah tentunya kita harus mengetahui Jenis, tujuan, dan permasalahan dalam pembelajaran menulis di sekolah tersebut, serta mengatasi permasalahan yang ditemukan dalam pengajaran menulis di sekolah tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Pengertian menulis dan tujuannya

Menulis adalah aktivitas mulia. Terlebih jika tulisan yang dihasilkan bermanfaat bagi orang, seperti mengunggah minat, mengasah bakat, merubah kebiasaan buruk, membuka cakrawala baru, mencerdaskan para pembaca, dan lain sebagainya. Makin banyak orang yang berminat menulis dan menghasilkan karya tulis yang bermutu, makin meningkat pengetahuan umum masyarakat, makin haus pula mereka akan bahan bacaan serupa yang lain lagi.

Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dipikirkan, dan dibaca ke dalam bahasa tulisan. Hampir setiap orang, pernah melakuka aktifitas menulis. Misalnya penulis pesan, saran, kritik, surat, opini, proposal, laporan, diary, makalah, buku, dan sebagainya. Intinya, setiap orang pernah menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang mendalam dan ilmiah.[1]

Sebuah tulisan baru dapat dirasakan “bersifat ilmiah”, apabila ia mengandung kebenaran objektif, karena didukung oleh informasi yang sudah teruji kebenarannya dan disajikan secara mendalam, melalui analisa dan penalaran yang mendalam pula.[2]

Banyak pengertian tentang menulis, salah satunya menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberi tahu, meyakinkan, atau menghibur.[3] Namun banyak pengertian menulis menurut para ahli yaitu:

Menurut Tarigan (Hasani, 2005:1) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan grafik tersebut.

Henry Guntur Tarigan (1986: 15) menyatakan bahwa menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.

Menurut Djago Tarigan dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) menulis berarti mengekpresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Lado dalam Elina Syarif, Zulkarnaini, Sumarno (2009: 5) juga mengungkapkan pendapatnya mengenai menulis yaitu: meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain.

Burhan Nurgiantoro (1988: 273) menyatakan bahwa menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa.

Menurut Syamsudin (Hasani, 2005:1) Menulis adalah aktivitas seseorang dalam menuangkan ide-ide, pikiran, dan perasaan secara logis dan sistematis dalam bentuk tertulis sehingga pesan tersebut dapat dipahami oleh para pembaca

Menurut Hasani (2005:2) menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif, sehingga penulis harus mampu memanfaatkan kemampuan dalam menggunakan tata tulis, struktur bahasa, dan kosakata.

Selain pengertian menulis diatas ada lagi tujuan pembelajaran menulis yang mana tujuan tersebut berasal dari orang yang menulisnya.[4] Adapun tujuan pembelajaran menulis yaitu:

a)      Untuk memeberikan suatu informasi

b)      Untuk meyakinkan atau mendesak

c)      Untuk menghibur atau menyenangkan

d)     Untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat

sedangkan tujuan menulis Hugo Hartig dalam tarigan (1986: 24-25) merumuskan tujuan pembelajaran menulis sebagai berikut:

  1. Tujuan penugasan ,sebenarnya tidak memilki tujuan karena orang yang menulis melakukan nya karena tugas yang diberikan kepadanya.
  2. Tujuan altruistik,penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca,menghindarkan kedudukan pembaca,ingin menolong pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalaranya,ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu.
  3. Tujuan persuasif bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan.
  4. Tujuan informasional penulis bertujuan memberi informasi atau keterangan kepada para pembaca
  5. Tujuan pernyataan diri penulis bertujuan memperkenalkan atau menyatakan dirinya kepada pembaca..
  6. Tujuan kreatif penulis bertujuan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik,nilai-nilai kesenian.
  7. Tujuan pemecahan masalah penulis bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Ada lagi pendapat tentang tujuan pembelajaran menulis menurut Achmad (1992:11)  adalah “Siswa mampu memahami dan mengkomunikasikan serta menerapkan dengan baik dan tersusun dalam bahasa tulis. Senada dengan di atas dalam Petunjuk Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar (Depdiknas, 1994:15) dijelaskan “Pengajaran menulis/mengarang bertujuan untuk melatih siswa dalam menuangkan pikiran dan perasaan dengan dengan bahasa tulis secara teratur dan teliti.[5]

  1. Pendekatan pembelajaran menulis

Didalam pembelajaran menulis terdapat pendekatan agar objek yang diajarkannya menjadi faham dan mengerti mengenai pembelajaran menulis tersebut. Adapun pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis meliputi.

a)      Pendekatan komunikatif: pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran, pendekatan komunikatif tampak pada pembelajaran, misalnya: mendeskripsikan suatu benda, menulis surat, dan membuat iklan

b)      Pendekatan integratif: Pendekatan integratif menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) dalam pembelajaran.Pendekatan integratif tampak pada butir pembelajaran, misalnya: menceritakan pengalaman yang menarik, menuliskan suatu peristiwa sederhana, membaca bacaan kemudian membuat ikhtisar, dan meringkas cerita yang didengar

c)      Pendekatan keterampilan proses: pendekatan keterampilan proses memfokuskan keterampilan siswa dalam mengamati, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan  mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses, tampak pada butir pembelajaran, misalnya: melaporkan hasil kunjungan, menyusun laporan pengamatan, membuat iklan, dan menyusun kalimat acak menjadi paragraf yang padu

d)     Pendekatan tematis: pendekatan tematis menekankan tema pembelajaran sebagai payung/pemandu dalam pembelajaran.pendekatan tematis, tampak pada butir pembelajaran, misatnya: menulis pengalaman dalam bentuk puisi, dan menyusun naskah sambutan.[6]

Pendekatan-pendekatan tersebut pada hakikatnya mempunyai karakteristik yang sama dengan pendekatan konstruktivisme, yaitu memandang siswa di dalam pembelajaran sebagai subjek pembelajaran bukan sebagat objek pembelajaran. Dalam hal ini, peran guru sebagai motivator dan fasilitator di dalam membangkitkan potensi siswa dalam membangun/mengkonstruk gagasan/ide masmg-masing di dalam pembelajaran.

  1. Metode dan pembelajaran menulis permulaan
  1. 1.      Metode Eja

Metode eja di dasarkan pada pendekatan harfiah, artinya belajar membaca dan menulis dimulai dari huruf-huruf yang dirangkaikan menjadi suku kata. [7] Oleh karena itu pengajaran dimulai dari pengenalan huruf-huruf. Demikian halnya dengan pengajaran menulis di mulai dari huruf lepas, dengan langka-langkah sebagai berikut:

a)      Menulis huruf lepas

b)      Merangkaikan huruf lepas menjadi suku kata

c)      Merangkaikan suku kata menjadi kata

d)     Menyusun kata menjadi kalimat (Djauzak, 1996:4)

  1. 2.      Metode kata lembaga

Metode kata lembaga di mulai mengajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a)      Mengenalkan kata

b)      Merangkaikan kata antar suku kata

c)      Menguraikan suku kata atas huruf-hurufnya

d)     Menggabungkan huruf menjadi kata (Djauzak, 1996:5)

  1. 3.      Metode Global

Metode global memulai pengajaran membaca dan menulis permulaan dengan membaca kalimat secara utuh yang ada di bawah gambar, menguraikan kalimat dengan kata-kata, menguraikan kata-kata menjadi suku kata (Djauzak, 1996:6).

  1. 4.      Metode Sas

Menuryut (Supriyadi, 1996: 334-335) pengertian metode SAS adalah suatu pendekatan cerita di sertai dengan gambar yang didalamnya terkandung unsur analitik sintetik. Metode SAS menurut (Djuzak,1996:8) adalah suatu pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampil cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa. Teknik pelaksanaan pembelajaran metode SAS yakni keterampilan menulis kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata dan kartu kalimat, sementara sebagian siswa mencari huruf, suku kata dan kata, guru dan sebagian siswa menempel kata-kata yang tersusun sehingga menjadi kalimat yang berarti (Subana). Proses operasional metode SAS mempunyai langkah-langkah dengan urutan sebagai berikut:

a)      Struktur yaitu menampilkan keseluruhan.

b)      Analitik yatu melakukan proses penguraian.

c)      Sintetik yaitu melakukan penggalan pada struktur semula. (Subana:176).

  1. Pembagian pembelajaran menulis

Pembelajaran menulis dapat dilihat dari 4 aspek :

a)      Menulis menggunakan huruf arab

b)      Menulis kalimat dengan huruf hijaiyyah yang sempurna

c)      Membuat susunan kalimat yang dapat difahami oleh pembaca

d)     Menggunakan susunan kalimat dalam jumlah bahasa arab dari setiap paragraph dengan ungkapan tulisan yang jelas.[8]

  1. Langakah – langkah pembelajaran menulis dan cara mengajarkannya

Langkah-langkah pembelajaran menulisLangkah-langkah kegiatan menulis permulaan terbagi ke dalam dua kelompok:

  1. Pengenalan huruf

Pengenalan Huruf Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pembelajaraan membaca permulaan. Penekanan pembelajaran diarahkan pada pengenalan bentuk tulisan serta pelafalannya dengan benar. Fungsi pengenalan ini dimaksudkan untuk melatih indra siswa dalam mengenal dan membedakan bentuk dan lambang-lambang tulisan.

  1. Latihan

Ada beberapa bentuk latihan menulis permulaan yang dapat kita lakukan, antara lain:

Latihan memegang pensil dan duduk dengan sikap dan posisi yang benar.

Tangan kanan berfungsi untuk menulis, tangan kiri untuk menekan buku tulis agar tidak mudah bergeser. Pensil diletakkan diantara ibu jari dan telunjuk. Ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah menekan pensil dengan luwes, tidak kaku. Posisi badan ketika duduk hendaknya tegak. Dada tidak menempel pada meja, jarak mata antara mata dengan buku kira-kira 25-30 cm.

Latihan gerakan tangan.

Mula-mula melatih gerakan tangan di udara dengan telunjuk sendiri atau dengan bantuan alat seperti pinsil, kemudian dilanjutkan dengan latihan dalam buku latihan. Agar kegiatan ini menarik, sebaiknya disertai dengan kegiatan bercerita, misalnya untuk melatih membuat garis tegak lurus guru dapat bercerita yang ada kaitannya dengan pagar, bulatan dengan telur.

Latihan mengebla.

menirukan atau menebalkan suatu tulisan dengan menindas tulisan yang telah ada. Ada beberapa cara mengeblat yang bisa dilakukan anak, misalnya dengan menggunakan kertas karbon, kertas tipis, menebalkan tulisan yang sudah ada. Sebelum anak melakukan kegiatan ini, guru hendaknya memberi contoh cara menulis dengan benar di papan tulis, kemudian menirukan gerakan tersebut dengan telunjuknya di udara. Setelah itu, barulah kegiatan mengeblat dimulai. Pengawasan dan pembimbingan harus dilakukan secara individual sampai seluruh anak memberikan perhatiannya.

Latihan menghubung-hubungkan tanda titik-titik yang membentuk tulisan.

Latihan dapat dilakukan dalam buku-buku yang secara khusus menyajikan latihan semacam ini.

Latihan menatap bentuk tulisan.

Latihan ini dimaksudkan untuk melatih koordinasi antara mata, ingatan, dan jemari anak ketika menulis sehingga anak dapat mengingat bentuk kata atau bentuk huruf dalam benaknya dan memindahkannya ke jari-jemari tangannya. Dengan demikian, gambaran kata yang hendak ditulis tergores dalam ingatan dan pikiran siswa pada saat dia menuliskannya.

Latihan menyalin.

baik dari buku pelajaran maupun dari tulisan guru pada papan tulis. Latihan ini hendaknya diberikan setelah dipastikan bahwa semua anak telah mengenal huruf dengan baik. Ada beragam model variasi latihan menyalin, di antaranya menyalin tulisan apa adanya sesuai dengan sumber yang ada, menyalin tulisan dengan cara yang berbeda, misalnya dari huruf cetak ke huruf tegak bersambung, atau sebliknya dari huruf tegak bersambung ke huruf cetak.

 Latihan menulis halus/indah.

Latihan dapat dilakukan dengan menggunakan buku bergaris untuk latihan menulis atau buku kotak

Latihan dikte/imla.

Latihan ini dimaksudkan untuk melatih siswa dalam mengkoordinasikan antara ucapan, pendengaran, ingatan, dan jari-jarinya ketika menulis, sehingga ucapan seseorang itu dapat didengar, diingat, dan dipindahkan ke dalam wujud tulisan dengan benar. [9]

Latihan melengkapi tulisan

(melengkapi huruf, suku kata, atau kata) yang secara sengaja dihilangkan. Perhatikan contoh berikut!

Melengkapi huruf

b o l a
b l a
o

Pengenalan Huruf Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pembelajaraan membaca permulaan. Penekanan pembelajaran diarahkan pada pengenalan bentuk tulisan serta pelafalannya dengan benar. Fungsi pengenalan ini dimaksudkan untuk melatih indra siswa dalam mengenal dan membedakan bentuk dan lambang-lambang tulisan

Cara mengajarkannya

a)      Guru menunjukkan gambar seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Kedua gambar anak tersebut diberi nama “nani” dan “nana”.

b)      Guru memperkenalkan nama kedua anak itu sambil menunjukkan tulisan “nani” dan “nana” yang tertera di bawah masing-masing gambar.

c)      Melalui proses tanya jawab secara berulang-ulang anak diminta menunjukkan mana “nani” dan mana “nana” sambil diminta menunjukkan bentuk tulisannya.

d)     Selanjutnya, guru memindahkan dan menuliskan kedua bentuk tulisan tersebut di papan tulis dan anak diminta memperhatikannya. Guru hendaknya menulis secara perlahan-lahan dan anak diminta untuk memperhatikan gerakan-gerakan tangan serta contoh pengucapan dari bentuk tulisan yang sedang ditulis guru.

e)      Setiap tulisan itu kemudian dinalisis dan disintesiskan kembali. Perhatikan contoh tulisan berikut.

nani  nana

na  ni   na  na

n   a   n   i     n   a   n   i

na  ni   na  na

nani  nana

Demikian seterusnya, kegiatan ini dilakukan berulang-ulang bersamaan dengan pembelajaran membaca permulaan. Proses pemberian latihan dilaksanakan dengan mengikuti prinsip dari yang mudah ke yang sukar, dari latihan sederhana menuju latihan yang kompleks.

BAB III

KESIMPULAN

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang di pahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca langsung lambang- lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Tujuan menulis adalah untuk memberikan suatu informasi, untuk meyakinkan atau mendesak, untuk menghibur atau menyenangkan, untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat.

Menulis pada hakikatnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dipikirkan, dan dibaca ke dalam bahasa tulisan. Hampir setiap orang, pernah melakuka aktifitas menulis. Misalnya penulis pesan, saran, kritik, surat, opini, proposal, laporan, diary, makalah, buku, dan sebagainya. Intinya, setiap orang pernah menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang mendalam dan ilmiah.

Oleh karena itu menulis adalah suatu pembelajaran yang paling inti dari setiap proses pembelajaran, yang di mulai dari proses belajar mendengarkan, belajar membaca, serta belajar berbicara.

 


[1] Amirullah Syarbini, Menulis Karya Ilmiah Itu Mudah (Bandung: Fajar Media, 2011), hlm. 2

[2] Ibid,. hlm. 3

[5] Amirullah Syarbini, Menulis Karya Ilmiah Itu Mudah (Bandung: Fajar Media, 2011), hlm. 27

[8] محمودكامل االناقه، تعليم الغة العربية ، (أم القرى، 1985) ص. 234

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s